JURNAL TRANSFORMASI: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan
https://journal.sttintibandung.ac.id/index.php/JT
<p><strong>JURNAL TRANSFORMASI</strong>: Journal of Theology and Leadership is published by INTI Theological Seminary, Bandung, Indonesia. The purpose of this journal is to publish the results of scientific studies and related research in developing issues related to Christian pastoral care, mission, and leadership in a broad and transformative context. E-ISSN <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20221109571238227" target="_blank" rel="noopener">2985-4857</a></p>STT INTI Bandungen-USJURNAL TRANSFORMASI: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan2985-4857Towards A Phygital Church
https://journal.sttintibandung.ac.id/index.php/JT/article/view/131
<p>Digital culture has permeated every aspect of human life, including the church. The phenomenon of digital churches had already emerged long before the COVID-19 pandemic and accelerated significantly during the pandemic period. Using a historical approach, this study found that GKPB Fajar Pengharapan has been highly progressive in adapting to the shifting trends of the era, including developments in communication technology. One of the key factors behind the progressiveness of GKPB Fajar Pengharapan lies in its leadership. Since the COVID-19 period, GKPB Fajar Pengharapan has gradually shifted from conventional communication technology to digital technology.</p>Yessy Saputra
Copyright (c) 2026 JURNAL TRANSFORMASI: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-05-192026-05-1951142410.66551/jt.v5i1.131Model Spiritualitas Kristen Berdasarkan Teologi Inkarnasi Kristus Dari Robert E. Webber
https://journal.sttintibandung.ac.id/index.php/JT/article/view/132
<p>Fenomena bangkitnya minat masyarakat terhadap hal spiritualitas tampak mencolok pada masa kini. Fenomena diduga dampak dari sekularisme yang menimbulkan kekosongan batin, efek pendulum pencerahan yang begitu rasional dan abai dengan unsur emosi manusia. Pada konteks umum, bangkitnya minat terhadap gerakan kebatinan seperti Yoga dan meditasi bisa menjadi indikasi ini. Sedang dalam konteks Kristen yang ditandai dengan maraknya minat eksplorasi ulang warisan tradisi spiritualitas masa lampau dari Katolik maupun Protestan. Hanya saja pada ranah praktis, implementasi spiritualitas umat sering bersifat ambivalen. Ada kelompok mengekspresikan wujud spiritualitasnya dengan cara menarik diri dari realitas dunia yang dianggap begitu sekuler. Sikap eskapis ini membangun model spiritualitas yang bersifat asketis, tertutup dan cenderung terfokus hanya pada praktik ibadah di Gereja. Sementara kelompok lainnya begitu akomodatif, terlibat total tanpa memilah dengan anggapan bukankah dunia diciptakan Allah. Praktik mendorong sikap <em>sanctify evil</em> yang cenderung berkompromi terhadap sekularisme. Bagaimana Gereja bersikap dengan fenomena ini, apakah model spiritualitas yang telah dipraktikkan mampu memberikan solusi bagi umat? Penelitian bertujuan mencari model konstruktif bagi spiritualitas Kristen. Fokus penelitian ditujukan untuk menganalisis prinsip teologi inkarnasi Kristus yang digagas Robert E. Webber dalam <em>Common Roots: A Call to Evangelical Maturity </em>dan menawarkannya sebagai model bagi spiritualitas Kristen. Penelitian diharapkan berkontribusi dalam model spiritualitas Kristen yang holistik, suatu model spiritualitas yang terintegrasi antara Allah, Gereja dan dunia.</p>Yolanda GheaStefanus Rachmat Budiman
Copyright (c) 2026 JURNAL TRANSFORMASI: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-05-192026-05-195111310.66551/jt.v5i1.132